Tips, panduan, dan informasi terbaru seputar server, web development, dan infrastruktur IT
Hosting multiple WordPress sites di satu VPS: Nginx server blocks, PHP-FPM pools, database isolation.
Bangun GitHub pribadi dengan Gitea: lightweight Git server dengan web UI, issue tracker, dan CI/CD integration.
Bangun dashboard monitoring server profesional: install Prometheus, Grafana, Node Exporter, alerting rules.
Panduan Linux Volume Manager: physical volume, volume group, logical volume, resize, snapshot, dan striping.
Install dan konfigurasi WireGuard VPN modern yang cepat dan simpel. Cocok untuk remote access VPS.
Konfigurasi HAProxy sebagai load balancer untuk mendistribusikan traffic ke beberapa backend server.
Deploy aplikasi Django production-ready: setup virtualenv, Gunicorn WSGI, Nginx reverse proxy, dan supervisor.
Panduan mendalam IPTables di Linux: filter chains, NAT, port forwarding, logging, dan keamanan jaringan.
Bangun mail server sendiri dengan Postfix SMTP, Dovecot IMAP/POP3, SPF, DKIM, dan DMARC record.
Setup Varnish Cache sebagai HTTP accelerator di depan Nginx/Apache. Full page caching yang powerful.
Install dan konfigurasi Redis untuk caching PHP session, WordPress object cache, dan database query.
Konfigurasi PHP-FPM pool per website: process manager, max children, slow log, dan opcache tuning.
Cara install MySQL 8.0 di Ubuntu, buat database & user, backup restore, dan tuning performa query.
Panduan lengkap install Apache2 di Ubuntu 24.04: virtual host, mod_rewrite, security headers, dan optimasi performa.
Perbandingan lengkap antara Serverless dan VPS traditional: biaya, performa, skalabilitas, dan use case terbaik.