Tips, panduan, dan informasi terbaru seputar server, web development, dan infrastruktur IT
Cara membuat dan mengatur swap file di Ubuntu agar server lebih stabil saat RAM penuh.
Pelajari cara membaca log systemd, memfilter error, dan melacak masalah service Linux.
Tutorial praktis mengatur permission file dan folder Linux agar website berjalan aman.
Panduan membuat user, group, mengatur password, dan memberi akses secara aman di Linux server.
Tutorial membuat systemd service: unit file, timers, dependencies, environment variables, dan logging journalctl.
Konfigurasi Traefik sebagai reverse proxy untuk container Docker: auto SSL, routing, load balancing, middleware.
Konfigurasi Network File System: share direktori antar server Linux dengan NFS, security, dan automount.
Bangun object storage S3-compatible sendiri dengan MinIO: bucket, policy, versioning, replication, dan SSL.
Kuasi bash scripting: variabel, loop, conditional, function, error handling, dan contoh script automation server.
Bangun network filesystem terdistribusi dengan GlusterFS: replicated volume, distributed volume, dan high availability.
Panduan Ansible untuk pemula: inventory, playbook, roles, variables, dan contoh otomatisasi setup LEMP stack.
Bangun cluster Kubernetes ringan dengan k3s: install master node, worker node, ingress, dan deploy aplikasi pertama.
Panduan install dan konfigurasi Proxmox VE: buat VM Linux/Windows, container LXC, cluster, backup, dan networking.
Panduan lengkap rsync: backup lokal/remote, exclude patterns, bandwidth limit, cron automation.
Bangun centralized logging system dengan ELK Stack: collect, process, search, dan visualize log server.